Jumat, 19 Maret 2010

Lirik Lagu St 12 Terbang Untuk Kata Maaf

Lirik lagu ST 12 Terbang Untuk Kata Maaf

Ku harap waktu dapat berputar

Ku tunggu kamu yang aku rindu

Ku ratap hati ini tak buka
Diriku pasti kau anggap mati

[*]
Ku terbang ke langit ke tujuh
Untuk mendapat kata maafmu
Ku harap bisa menebus dosaku padamu

Biarkan langit terang sudah
Aku menunggumu di setiap waktu
Membiarkan aku tanpa bintang
Aku menunggumu selalu menunggumu

[**]
Menyesal ku jahat padamu
Ku tlah membunuhmu di setiap waktu
Terlambat ku rasakan sakitmu
Ku tlah membunuhmu aku membunuhmu

Back to [*]

Biarkanlah langit terang sudah
Ku slalu menunggumu di setiap waktu
Menjadi cahaya bintang-bintang
Aku menunggumu selalu menunggumu

Back to [**]

Senin, 15 Maret 2010

Lirik Lagu Gigi - Sang Pemimpi

Lirik Lagu Baru Gigi

Sang Pemimpi

sambut hari baru di depanmu

sambung mimpi siap tuk melangkah
raih tanganku jika kau ragu
bila terjatuh ku kan menjaga
*courtesy of liriklaguterbaru.com
kita telah berjanji bersama
taklukan dunia ini
menghadapi segala tantangan
bersama mengejar mimpi-mimpi

berteriaklah hai sang pemimpi
kita tak kan berhenti di sini

kita telah berjanji bersama
taklukan dunia ini
menghadapi segala tantangan
bersama mengejar mimpi-mimpi

bersyukurlah indo pada yang maha kuasa
hargailah trend orang-orang yang menyayangimu
music yang selalu ada setia di sisimu
siapapun jangan kau pernah sakiti
dalam pencarian jati dirimu
dan semua yang kau impikan
tegarlah sang pemimpi

Sekilas Tentang Gigi Band

Gigi adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Bandung, Indonesia yang mengusung jenis musik pop dan rock. Kelompok ini berdiri pada tanggal 22 Maret 1994, dengan format awal Aria Baron, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto, Dewa Budjana dan Armand Maulana.

Setelah berkiprah selama 11 tahun di blantika musik Indonesia, kelompok ini telah mengalami pergantian personil berkali-kali. Format terakhir (saat ini) kelompok ini adalah:

Sejarah

Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994. Pada awalnya Grup Band ini terdiri atas Armand Maulana (vokalis), Thomas Ramdhan (bassis), Dewa Budjana (gitaris), Ronald Fristianto (drummer), dan Baron Arafat (gitaris). Nama "Gigi" sendiri muncul setelah para personilnya tertawa lebar mengomentari nama "Orang Utan" yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema "Angan" dilempar ke pasara dengan dukungan dari Union Artist/Musica. Pada waktu itu Gigi belum membentuk suatu manajemen artis untuk mengelola kegiatan mereka sehingga untuk mempromosikan album perdana itu, mereka merilis dua singel yang sekaligus video klip, yaitu Kuingin dan Angan. Tetapi kedua lagu andalan tersebut tidak banyak mendongkrak angka penjualan. Kurangnya promosi dan tidak adanya pengelolaan manajemen menjadi penyebab utama kegagalan album pertama group musik ini. Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka jadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik". Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari Group Band Gigi. Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya Grup Band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono drumer). Formasi baru ini memberi warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheehan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor". Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.

Sementara itu Thomas yang baru aja keluar dari rehabilitasi balik ke Jakarta untuk mulai main musik lagi. Thomas bahkan membikin kejutan sewaktu menjadi bintang tamu di konser GIGI "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung. Di konser itu dia main di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu, mereka serasa bernostalgia dengan Thomas. Yang spesialnya lagi, mereka ngebawain satu lagu yang lumayan jarang dibawain, yaitu Hasrat. Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk (lagi) ke Group musik Gigi. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang bertema "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah".

Sekilas Tentang Agnes Monica

Agnes Monica Muljoto (lahir di Jakarta, 1 Juli 1986; umur 23 tahun) adalah seorang penyanyi, penari, dan aktris Indonesia. Ia merupakan satu-satunya penyanyi Indonesia yang memiliki grup dance sendiri bernama NEZindaHood.

Perjalanan Karir

Awal karir

Agnes Monica memulai karirnya di usia 6 tahun sebagai penyanyi cilik. Agnes telah merilis sebanyak 3 buah album anak-anak, yaitu Si Meong, Yess dan Bala-bala. Album-album tersebut sukses melejitkan nama Agnes Monica ke dalam deretan penyanyi anak-anak terpopuler di akhir tahun 1990-an. Selain itu. Agnes juga menjadi presenter di acara anak-anak VAN (Video Anak Anteve), Tralala-Trilili di RCTI dan Diva Romeo di Trans TV. Pada tahun 1999 Agnes mendapat penghargaan Panasonic Awards sebagai presenter anak-anak terfavorit.

Menginjak usia 15 tahun, Agnes mulai terjun ke dunia akting dengan membintangi sinetron Pernikahan Dini. Sinetron ini sukses melambungkan nama Agnes di kancah industri hiburan. Melalui sinetron ini, Agnes berhasil menyabet 4 buah penghargaan, yaitu Drama Terpopuler dan Aktris Terfavorit di ajang Panasonic Awards di tahun 2001 dan 2002. Sukses Pernikahan Dini membuat nama Agnes semakin diperhitungkan.

2003-2004: ..And The Story Goes…..

Setelah sempat menyanyikan soundtrack Pernikahan Dini (“Pernikahan Dini” dan “Seputih Hati”), kemudian juga terlibat kolaborasi dengan Yana Julio dalam singel “Awan dan Ombak”, akhirnya Agnes mantap untuk kembali ke bidang awalnya sebagai penyanyi. Agnes merilis album dewasa pertamanya bertajuk ..And The Story Goes….. pada tanggal 8 Oktober 2003. Untuk album ini Agnes menggaet sejumlah musisi handal seperti Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, dan lainnya. Pada saat peluncuran album pertamanya ini Agnes juga mulai mempublikasikan niatnya untuk “go internasional”.

Dengan album ini Agnes berhasil membawa 3 piala AMI Awards 2004, yaitu sebagai “Artis Pop Solo Wanita Terbaik”, “Karya Produksi Dance/Tehno Terbaik” untuk lagu “Bilang Saja”, serta “Duo/Group Terbaik” untuk kolaborasi Agnes dengan Ahmad Dhani di lagu “Cinta Mati”. Agnes juga berhasil meraih penghargaan Anugerah Planet Muzik 2004, Singapura sebagai “Pendatang Baru Terbaik”, serta MTV Indonesia Awards 2004 sebagai “Most Favorite Female”. Album pertama Agnes ini telah meraih Double Platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi.

Sementara untuk sinetron, Agnes membintangi Cewekku Jutek di tahun 2003 serta Bunga Perawan dan Cantik di tahun 2004. Untuk karir aktingnya, Agnes kembali mendapat penghargaan dari Panasonic Awards 2003 untuk “Aktris Terfavorit” dan SCTV Awards 2004 sebagai “Aktris Ngetop”.

2005-2007: Whaddup A’..?!

Pada tanggal 10 Desember 2005, Agnes meluncurkan album keduanya berjudul Whaddup A’..?!. Di album ini selain menggandeng sejumlah musisi Indonesia seperti Dewiq, Melly Goeslaw, Andi Rianto dan lainnya, Agnes juga mengajak penyanyi asal Amerika Serikat, Keith Martin untuk berkolaborasi. Di sini Keith Martin menciptakan 2 buah lagu berbahasa Inggris untuk Agnes dan juga berduet dalam lagu “I’ll Light A Candle”. Album ini melejitkan beberapa hits singel seperti “Bukan Milikmu Lagi”, “Tanpa Kekasihku”, “Tak Ada Logika” dan “Cinta Di Ujung Jalan”.

Album kedua Agnes ini sukses melahirkan banyak penghargaan sepanjang tahun 2006. Agnes kembali meraih 3 piala dari AMI Awards untuk “Artis Pop Solo Wanita Terbaik”, “Produksi R&B Terbaik” untuk lagu “Bukan Milikmu Lagi” serta “Desain Sampul Album Terbaik”. Agnes juga mendapatkan SCTV Music Awards untuk “Album Pop Solo Terbaik” serta penghargaan VMI Indonesia untuk “Video Klip Terfavorit” dan “Aktris Terbaik” pada video klip “Tanpa Kekasihku”. Agnes juga kembali meraih penghargaan MTV Indonesia Awards 2006 sebagai “Most Favorite Female”. Agnes juga mendapat penghargaan dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) sebagai “Artis Fenomenal Generasi Baru Musik Indonesia”.

Pada tahun 2007, Agnes ditunjuk oleh DEA (Drugs Enforcement Administration) dan IDEC Far East Region sebagai duta anti narkoba se-Asia.

2008-sekarang: NEZ dan Sacredly Agnezious

Pada tahun 2008, Agnes kembali membintangi sinetron, Jelita di RCTI. Agnes juga menyanyikan soundtrack sinetron ini berjudul “Matahariku”. Meski sinetronnya tidak terlalu sukses, namun singel “Matahariku” sukses mengantarkan Agnes untuk ketiga kalinya menjadi “Most Favorite Female” MTV Indonesia Awards 2008. Lagu “Matahariku” juga telah mendapat Platinum dengan angka download ringbacktone yang mencapai 1,5 juta. Pada bulan Sepetember 2008, Agnes meluncurkan single berjudul “Godai Aku Lagi”. Lagu ini merupakan lagu pertama ciptaan Agnes dan akan dirilis di album ketiganya, Sacredly Agnezious. Singel “Godai Aku Lagi” dan “Matahariku” dirilis lebih awal dari albumnya dalam CD Single edisi terbatas bertajuk NEZ.

Pada tanggal 16 Maret 2009, singel ketiga Agnes berjudul “Teruskanlah” resmi diputar di seluruh radio di Indonesia. Pada tanggal 1 April 2009, Agnes akhirnya merilis album ketiganya bertajuk Sacredly Agnezious.

Karir Internasional

Pada tahun 2006, Agnes terlibat dalam syuting serial drama Asia berjudul The Hospital di Taiwan, di mana Agnes beradu akting dengan Jerry Yan, salah satu personil F4. Agnes juga ikut dalam syuting serial Romance in The White House, di mana Agnes dalam serial ini bermain hanya beberapa episode saja. Adapun kedua serial ini telah ditayangkan di Indosiar. Dalam versi lokal, bagian opening dan ending diedit sedemikian rupa dengan menyisipkan scene yang melibatkan Agnes. Bagi sebagian fans drama Taiwan, penyuntingan ini dianggap memaksa. Sesuai dengan ambisi Agnes untuk ”go international”, di penghujung tahun 2006 Agnes memutuskan untuk istirahat total dari kegiatan kuliahnya di Universitas Pelita Harapan, Jurusan Hukum. Dalam waktu dekat Agnes berencana untuk pindah ke Amerika Serikat dan memulai debut internasional-nya di negeri itu. Pada tahun 2008 Agnes berhasil menjuarai Asia Song Festival 2008 di Seoul, Korea Selatan.

Sabtu, 13 Maret 2010

Sekilas Tentang Afghan Syah Reza

Afgan Syah Reza (lahir di Jakarta, 27 Mei 1989; umur 20 tahun) adalah penyanyi Indonesia. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini merilis debut albumnya berjudul Confession No.1 di bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi pop, soul, R&B, dan jazz dan mengandalkan lagu “Terima Kasih Cinta”, “Klise”, “Sadis”, dan “Tanpa Batas Waktu”. Penggarapan video klip untuk lagu “Terima Kasih Cinta” dengan pendukung Thalita Latief dikerjakan oleh sutradara Jose Purnomo. Album ini diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG dan penggarapannya dibantu sejumlah musisi ternama antara lain Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, dan Dian Pramana Putra, dan Bebi Romeo sebagai komposer.

Afgan dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Bahkan mantan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sejak di bangku sekolah menengah sudah sering didaulat untuk menyanyi meskipun selalu ditampiknya karena malu. Karirnya diawali ketika bersama teman-temannya berkunjung ke WannaB Instant Recording Studio. Di studio ini mereka menyanyi dan merekamnya dalam CD untuk koleksi pribadi. Di luar dugaan ternyata Afgan terpantau oleh Produser WannaB yang langsung menawarinya rekaman. Awalnya ia sempat ragu tapi akhirnya menerima juga dan ia langsung masuk dapur rekaman. Ternyata album pertamanya diminati khalayak dan mampu menempati posisi tertinggi di tangga lagu hit radio dan televisi terkemuka Indonesia. Tahun 2009 Afgan mulai menjajal kemampuannya di dunia film. Namun karena masih ragu dengan kemampuan aktingnya dia hanya berani bermain sebagai dirinya sendiri (Cameo) dalam film layar lebar berjudul “Bukan Cinta Biasa” yang pemeran utamanya pendatang baru Olivia Lubis Jensen. Dalam film ini Afgan juga menyumbang lagu sebagai soundtrack dengan judul lagu yang sama dengan judul film tersebut.

Afgan Syah Reza
Latar belakang
Nama lahir Afgan Syah Reza
Lahir 27 Mei 1989 (umur 20)
Flag of Indonesia.svg
Indonesia
Genre pop, soul, R&B, jazz
Pekerjaan penyanyi
Tahun aktif 2008 – sekarang
Perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia / WannaB Music Production
Orang tua Lyod Yahya & Lola Purnama
Situs resmi http://www.afgan-wannab.com/

Afgan pernah digosipkan pacaran dengan Thalita Latief, Mirasih Tyas Endah, Eva Celia Latjuba dan juga Arumi Bachsin. Saat ini Afgan tengah dekat dengan artis pendatang baru, Olivia Lubis Jensen.

Pada ajang Anugerah Musik Indonesia 2009, Afgan berhasil meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta.

Sukses di album perdana, Afgan akan segera merilis album keduanya. Album keduanya ini akan dirilis pada Agustus 2009. Sementara itu, Afgan juga terlibat dalam film Bukan Cinta Biasa. Di sini Afgan selain tampil di film mengisi sountrack dengan judul lagu sama dengan judul filmnya.

Jumat, 12 Maret 2010

Sekilas Tentang Wali Band

Sebuah kata yang tak asing lagi ditelinga kita, sebuah kata yang mungkin sudah menjadi keseharian kita baik itu mendengar atau menyebutkan kata musik dan tidak sedikit yang mengerti tentang musik, bahkan musik terkadang menjadi sebuah sumber inspirasi bagi kita disaat kita sedang senang, sedih, gembira dan jatuh cinta sekalipun, bahkan dengan alunan-alunan musik itu sendiri juga bisa menjadi sebuah motivator buat kita.

Beranjak dari pola fikir seperti itulah maka kami memiliki sebuah impian untuk dapat eksis berkarya di blantika musik Indonesia dan mancanegara. Walaupun kami semua sadar bahwasanya proses yang akan kami lalui tidaklah mudah dan serta banyak sekali rintangan yang akan kami lalui diperjalanan karir kami, tetapi semua itu tidak menyurutkan motivasi dan semangat kami untuk terus berjuang demi menghasilkan karya-karya yang terbaik di blantika musik.

Berdasarkan semangat itulah pada tanggal 31 oktober 1999 terbentuklah sebuah grup musik W A L I yang sebelumnya bernama FIERA, dengan personel Faank (Vocal), Tomi (Drum), Endang (Bass), Raden (Guitar II), dan, Apoy (Guitar I). FIERA menjadi sebuah komunitas yang kerap kali menghadirkan nafas tak hanya untuk berkesenian tapi perlahan dan pasti untuk terus dan terus memahami kehidupan. Sebab kesenian hanya bagian kecil dari kehidupan. Tapi tanpa kesenian sepertinya ada yang tidak hidup dalam kehidupan tersebut. FIERA terus melewati berbagai perubahan pemahaman dan keinginan baik secara institusi maupun personal. Ada yang pergi dan ada yang datang. Pada tahun 2007 awal, Endang dan Raden akhirnya tak dapat bergabung lagi bersama FIERA karena kesibukan masing-masing. Sebuah pukulan telak adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi FIERA saat itu. Entah apa yang harus Fiera lakukan, tapi kami percaya semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya, Fiera harus tetap tegak berdiri, karena FIERA adalah pohon kehidupan yang harus tetap tegak tumbuh dan merindangi lainnya. Tak berselang lama NuNu sosok pemuda berkulit hitam manis mengisi kekosongan posisi pemain bass, yang sebelumnya diisi oleh Endang. Ada sedikit perdebatan tentang posisi gitar 2, akankah harus tetap mencari pemain gitar lainnya atau dengan pergantian instrument…? dengan segala efesiensi, perdebatan itu diakhir dengan opsi pergantian instrument, yaitu tidak ada gitar 2 melainkan keyboard synthetizer untuk mempertebal harmonisasi lagu. Pilihan Fiera jatuh pada Ovie yang tak lain adalah keyboardist pengiring untuk sebuah paduan suara yang ada di kampus UIN Jakarta.

Layaknya pengantin baru… kami mencoba saling memahami dan mengerti satu sama lain. Dan pada kesempatan yang sama juga kami mencoba meng-upgrade bersama daya juang kami. Tak tanggung-tanggung nama band inipun akhirnya kami sepakati untuk dirubah menjadi WALI band yang digawangi oleh Faank (Vocal), Apoy (Guitar/songs Writer), Tomi (Drum), dan Ovie (Keyboard & Synt).

Gayung bersambut, pada pertengahan tahun 2007 bersama manajer kami (Adzee) dan Positif Art management, kami mendapatkan kesempatan memasuki realita dunia rekaman bersama salah satu Major Label NAGASWARA.

Semoga karya-karya kami dapat diterima oleh semua kalangan, itupun menjadi sebuah harapan besar bagi kami agar karya-karya kami dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Sekilas Tentang Five Minutes Band

Five Minutes adalah sebuah band pop rock yang berasal dari Kota Kembang Bandung berdiri tahun 1994. Kini, Five Minutes digawangi oleh Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum).

FORMASI AWAL
Drie dan Ricky bertemu di awal tahun 1990-an dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitaris) dan Sanny (vokalis) di tahun 1994 untuk mengikuti Fetival Band Se-Jabar DKI di Bandung. Dalam ajang tersebut mereka berhasil menjadi juara 1 dari 102 peserta. Tak lama, mereka pun masuk dapur rekaman. Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1996), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1997), Ouw! (2002), Sekat (2003), dan The Best +5 (2004). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka.

FORMASI BARU
Setelah album The Best, Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Ricky dan Drie pun berburu personel baru. Akhirnya Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) melengkapi formasi Five Minutes yang baru. Pada bulan Juni 2007, mereka merilis album baru bertajuk Rockmantic. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka.

DISKOGRAFI
Five Minutes (1996)
Five Minutes 2 (1997)
Ouw! (2002)
Sekat (2003)
The Best +5 (2004)
Rockmantic (2007)
Rockmantic (Repackaged) (2008)

TRIVIA
Fiver's adalah sebutan untuk penggemar setia Five Minutes